“Tantangan yang sesungguhnya bagi generasi penerus adalah untuk mengelola kekayaan alam dan juga potensi penduduk Indonesia, sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi kejayaan Bangsa dan Negara. Ancaman dan tantangan ini akan Kita taklukkan dengan berbekal semangat yang sama sebagaimana yang dicontohkan oleh para pejuang pada 10 November 1945. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa. Karena Pahlawan Bangsa telah mengajarkan kepada kita bagaimana nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan memiliki pengaruh yang begitu besar bagi kesuksesan dan keberhasilan sebuah perjuangan,” tutur Bassam.
Lebih lanjut Bassam menjelaskan, nilai perjuangan pahlawan yang diikuti niscaya akan membawa jejak kemenangan. Sebab, pahlawan selalu diingat karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, serta mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan kelompok dan diri sendiri.
“Para Pahlawan telah mengajarkan kepada kita bahwa, kita bukanlah sebuah bangsa pecundang. Kita tidak akan pernah rela untuk bersimpuh dan menyerah kalah. Sebesar apapun ancaman dan tantangan, pasti akan kita hadapi dengan tangan mengepal dan dada menggelora. Dengan hanya berbekal bambu runcing, para Pahlawan dalam Pertempuran 10 November berhasil menghadapi musuh yang merupakan pemenang perang dunia dengan persenjataan terbaiknya,” ujarnya seraya mengenang.
Lanjut Bassam, rakyat bergandeng tangan dengan para tokoh masyarakat dan pemuka agama, berikut pengikutnya, bersama laskar-laskar pemuda dan pejuang dari seantero Nusantara, semuanya melebur menjadi satu kekuatan menuju kemerdekaan Indonesia.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!