Seharusnya, sambung Alfian, walaupun dilarang, paling tidak diberitahukan dari awal, sehingga dirinya bersama para suporter lainnya tidak perlu datang.
“Ongkos dari Galela ke Ternate sangat besar, percuma kalau kami tidak diperbolehkan masuk. Mestinya larangan ini diberitahukan lebih awal. Tapi ini tidak, nanti kami sudah sampai di stadion baru dilarang,” ujarnya bernada kecewa.
Ungkapan yang sama juga dilontarkan oleh Rahmat, seorang penikmat bola. Dia mengaku kecewa karena faktor keseruan suatu pertandingan sepak bola itu letaknya ada di penonton.
“Lebih baik jangan bikin pertandingan, kalau tidak mau orang datang nonton, percuma saja buat pertandingan dengan tim dari kabupaten/kota yang lain, tapi tidak ada yang menonton. Padahal kita juga sama-sama ikut meramaikan pertandingan ini,” kesalnya. (RUL-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!