Morotai, Maluku Utara- Dinas Perindagkop bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri dan Satpol PP Kabupaten Pulau Morotai menyita sebanyak 1,9 ton BBM jenis Pertalite milik salah seorang oknum agen minyak tanah di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan.
Amatan haliyora.id, Selasa (8/11/2022), sekitar pukul 17.13 WIT, aparat gabungan pemerintah ini berhasil mengamankan barang bukti berupa 26 gelon (25 liter) atau kurang lebih 650 liter, dan 5 Propail (250 liter) atau kurang 1.250 liter yang ditotalkan 1,900 liter atau 1,9 ton BBM jenis Pertalite.
“Berdasarkan hasil penyitaan kami, ada sekitar 26 gelon BBM jenis Pertalite yang kami temukan di salah satu rumah warga di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan,” ungkap Kepala Dinas Perindagkop Pulau Morotai, Nasrun Mahasari.
Nasrun menjelaskan, operasi ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari laporan warga yang mengeluhkan adanya penimbunan BBM jenis Pertalite oleh oknum terkait. “Pertalite adalah BBM subsidi yang tak bisa ditimbun atau disimpan,” ujarnya.
BBM hasil sitaan ini, lanjut Nasrun, telah diamankan petugas Satpol PP. “Jadi, baru satu tempat ini yang kami temukan di rumah warga,” tambahnya.
Sementara, Kasatpol PP, Najamuddin, mengaku akan mengembangkan lagi kasus penimbunan ribuan liter Pertalite hasil sitaan ini.
“Karena kami belum bisa pastikan apakah BBM jenis Pertalite itu milik oknum tersebut ataukah siapa, itu saya belum bisa pastikan, tapi yang pasti kita amankan dulu Pertalitenya,” tandasnya.
Ia menambahkan, operasi semacam ini akan terus diadakan guna mengantisipasi penimbunan BBM subsidi. “Dan mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk kita bisa lihat ke tempat lain,” pungkasnya.
Di lain sisi, oknum penimbun BBM yang tempatnya digrebek petugas gabungan mengaku Pertalite yang disita itu bukan barang miliknya melainkan barang milik oknum tertentu yang dititipkan di tempatnya itu.
“Jadi mereka hanya amankan minyak Pertalite di saya, dan mereka amankan minyak itu kurang lebih 4 ton dan bahkan lain kali 3 ton lebih, mereka sering tampung di sini. Tiap hari kan mereka biasa isi dengan mobil minyak di sini. Jadi minyaknya dibawa ke sini, bahkan ini sudah berulang kali mereka tampung minyak di sini,” bebernya tanpa mau menyebut namanya. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!