Ternate, Maluku Utara- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ternate, Faruk Albar, mengakui ada kebocoran pendapatan di sektor retribusi daerah. Kebocoran retribusi ini berada di beberapa titik yang menjadi objek pendapatan Kota Ternate.
Kebocoran pendapatan di sektor retribusi ini, kata Faruk, menyebabkan capaian retribusi dari Januari hingga Agustus 2022 ini baru mencapai 31 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3 miliar.
Meskipun begitu, sebagai Kadishub, Faruk belum mengetahui pasti siapa oknum yang bermain sehingga menyebabkan kebocoran pendapatan yang tinggi menurut Komisi II DPRD Kota Ternate itu.
“Saya belum kedapatan di lapangan,” katanya saat dikonfirmasi haliyora.id, Sabtu (13/08/2022).
Faruk bilang, saat ini retribusi yang mengalami peningkatan hanya berada di objek seperti area Pelabuhan Semut, Kelurahan Mangga Dua.
“Itu karena kita bekerjasama dengan pihak ketiga, sehingga mengalami peningkatan. Per bulan biasanya hanya Rp 3 juta, kini naik menjadi Rp 6 juta,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan, kalau vendor yang dipakai Dishub ini bisa diterapkan di pasar higienis maupun pasar percontohan, maka target yang dicapai bisa terpenuhi.
“Di pasar Bastiong saat ini belum ada penagihan retribusi, karena masih dilakukan pekerjaan. Begitu juga di terminal. Itu yang bikin kita kehilangan potensi pendapatan,” pungkasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!