Usman Nilai Pemda Halsel Lalai Soal Pembangunan Rumah Korban Gempa

Halsel, Maluku Utara- Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik menilai pekerjaan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pada program bantuan kepada korban gempa bumi 7,2 SR Tahun 2019 dengan nilai bantuan sebesar Rp 94 miliar dalam proses pekerjaannya dilaksananakan sangat amburadul.

Itu disampaikan Bupati Halsel Usman Sidik, dalam pidato jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi dalam paripurna DPRD, Kamis (26/8/2021).

Usman menyentil pembangunan Huntap di Kecamatan Gane Dalam dan Gane Timur yang bermasalah sebagai contoh amburadulnya pelaksanaan program bantuan itu.

Bupati Halsel itu meminta Gubernur Malut mengembalikan mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel Daud Djubedi untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program bantuan tersebut.

“Saya sudah turun ke lokasi mengecek pekerjaan di wilayah bencana, ternyata pelaksanaan pekerjaan Huntap sangat amburadul, saya  mengakui masalah tersebut pemda lalai dalam mengawasi pekerjaan itu hingga bermasalah. Untuk itu saya minta pak gubernur kembalikan mantan Kepala BPBD Halsel Daud Djubedi untuk mempertanggungjawabkan masalah ini,” ujar Usman dalam pidatonya.

BACA JUGA  Prioritas Pelayanan Rumah Sakit, Bupati Halsel Diapresiasi

Terkait pembangunan Huntap di Gane Timur dan Gane Dalam yang bermasalah tersebut, saat dikonfirmasi sebelumnya oleh Haliyora, Kepala BPBD Halsel Abu Karim Latara mengatakan keterlambatan penyelesaian pembangunan Huntap di dua wilayah kecamatan itu karena terkendala bahan bangunan yang belum dikirim dari Surabaya, Jawa Timur. Namun Ia memastikan pekerjaan tersebut akan rampung pada Desember 2021.

Abukarim juga mengkonfirmasi bahwa sebanyak 500 lebih unit rumah dari 1.201 unit rumah kategori rusak berat telah selesi dibangun. Begitu pula kategori rusak ringan dan rusak sedang, juga sudah selesai dikerjakan.

BACA JUGA  Badi Ismail Optimis Rebut Apdesi Halsel, Iswadi Usung Semangat Baru

“Untuk kategori rusak ringan dan rusak sedang sudah rampung, sedangkan yang rusak berat baru selesai dibangun sebanyak 500 unit dari 1.201 unit yang terdata. Sisanya sementara dalam peroses pekerjaan sambil menunggu bahan dari Surabaya,” terang Abu Karim saat dikonfirmasi sebelumnya.

Diketahui, sesuai data yang dihimpun Haliyora, dana bantuan bencana gempa 2019 di Halsel sebesar Rp 94 miliar untuk pekerjaan rumah warga yang terdampak gempa sebanyak 746 unit katagori rusak ringan, 956 unit kategori rusak Sedang, dan 1.201 unit kategori rusak berat. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah