Aksi pemboikotan kali ini didominasi oleh kaum ibu sebagai bentuk perlawanan atas dampak langsung aktivitas pertambangan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sambil menunggu kejelasan dari pihak perusahaan dan pemerintah, Koalisi Save Sagea menyatakan memboikot seluruh aktivitas PT MAI serta menuntut penghentian sementara seluruh kegiatan pertambangan di Desa Sagea.
Dalam tuntutannya, Koalisi Save Sagea juga meminta PT MAI menghentikan operasinya di Desa Sagea dan Desa Kiya. Perusahaan dinilai tidak memenuhi permintaan masyarakat terkait berita acara kesepakatan program community development (comdev) PT Zhong Hai, serta dinilai tidak transparan dalam menunjukkan izin operasi dan kejelasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Zhong Hai Rare Metal Mining, PT MAI, maupun pemerintah daerah terkait tuntutan tersebut. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!