Peserta tersebut menjelaskan bahwa saat pertemuan awal dengan pihak panitia, informasi yang diberikan adalah setiap peserta akan menerima Rp 100 ribu untuk biaya transportasi. Namun, pada pembekalan terakhir, jumlah peserta yang terdaftar hanya mencapai 344 orang dari lebih 500 pendaftar awal.
“Padahal pernyataan awalnya diberikan Rp 100 ribu per orang, karena ada anggaran transportasi peserta KKN itu sebesar Rp 50 juta untuk 344 peserta KKN, tapi nyatanya mereka hanya berikan Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Dia menegaskan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 50 juta, sangat tidak masuk akal jika masing-masing peserta hanya mendapatkan Rp 50 ribu.
Beberapa peserta lainnya juga mempertanyakan keputusan panitia yang menyatakan alokasi anggaran tersebut karena efisiensi.” Mereka menilai, dengan lokasi KKN yang beragam, seperti di Makian dan Pulau Morotai, uang Rp 50 ribu itu tidak cukup untuk menutupi biaya transportasi, bahkan hanya untuk tiket berangkat.
“Kami berharap pihak kampus dapat memperhatikan keluhan kami, karena uang transportasi ini tidak mencukupi, terutama untuk peserta yang lokasinya jauh dari Ternate,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!