Penanganan Hukum Pelecehan Anak di Taliabu Masih Lemah

- Editor

Rabu, 13 April 2022 - 12:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis DP3A Taliabu, Muhrida Donsi, S.Pd.

Kadis DP3A Taliabu, Muhrida Donsi, S.Pd.

Bobong, Maluku Utara – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pulau Taliabu, Muhrida Donsi, S.Pd, mengatakan, pada awal tahun 2022 tercatat sebanyak empat kasus pelecehan seksual anak di bawah umur.

Muhrida menilai lemahnya penanganan hukum dan penanganan kasus jadi salah satu faktor utama menyebabkan terjadinya pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Padahal, penegakkan hukum itu sangat penting guna membuat efek jera si pelaku maupun ketakutan calon pelaku.

“Sejak Januari hingga Maret 2022, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sudah menerima empat laporan kasus pelecehan seksual anak di bawah umur. Empat kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Taliabu Barat namun sampai saat ini belum ada titik terang penyelesaiannya,” kata Muhrida, Selasa (12/4/2022).

Dikatakan, selain lambannya pengusutan dan penyelesaian hukum atas kasus pelecehan anak di bawah umur, ada faktor pemicu lain, yakni pergaulan bebas dan penyalahgunaan teknologi (internet).

Masalah penyalahgunaan teknologi komunikasi (internet), sambung Muhrida, butuh kontrol dari orang tua terhadap anak, sehingga tidak menyalahgunakan perangkat komunikasi HP, karena potensi terjadinya pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini masih tinggi.

“Jadi para orang tua harus mengontrol penggunaan HP android oleh anaknya. Juga dikontrol sehingga anak-anak dan remaja tidak terjebak pergaulan bebas mengkonsumsi miras. Sebab faktor-faktor inilah yang menyebabkan terjadinya kekerasan seksual ditambah lemahnya penegakan hukum,” tandasnya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sendiri, sambung Muhrida, saat ini belum bisa berbuat banyak untuk mencegah meningkatnya kasus pelecehan seksual lantaran terkendala anggaran.

BACA JUGA  Belum Diresmikan, Plafon Kantor DPRD Taliabu Mulai Rusak

“Untuk mengantisipasi agar kasus ini tidak terus terjadi, kami hanya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak sekolah dan remaja. Kami belum bisa berbuat banyak karena masih terkendala anggaran,” ungkapnya.

Muhrida menghimbau kepada orang tua untuk terus mengontrol anaknya, baik waktu belajar, bermain, maupun pada penggunaan HP, agar mereka tidak salah menggunakan teknologi itu.

“Kepada pihak kepolisian Polsek Taliabu Barat, saya harapkan lebih efektif menangani kasus pelecehan seksual anak di bawah umur. Sebab ada beberapa kasus yang saat ini ditangani Polsek namun sampai saat ini belum selesai, bahkan pelakunya pun belum ditemukan. Ini yang kami sayangkan. Semoga ke depan kepolisian lebih cepat lagi penanganannya,” imbuh Muhrida. (Ham-1)

Berita Terkait

Sudah Sebulan Mobdin Sekda Terparkir di Halaman Kantor Walikota Ternate, Ada Apa ?
Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg
2 Oknum Panwascam Bikin Gaduh Pemilu, Begini Tanggapan KPU Halsel
Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou
Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil
Ichsan Hamzah Kembali Jabat Kalak BPBD Ternate?
Kakek 72 Tahun Ditemukan tak Bernyawa dengan Kepala Bersimbah Darah
Utang Dinkop UMKM Malut Rp 2 Miliar Lebih, Didalamnya Renovasi Atap Gedung PLUT
Berita ini 216 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55 WIT

Sudah Sebulan Mobdin Sekda Terparkir di Halaman Kantor Walikota Ternate, Ada Apa ?

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:21 WIT

Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg

Selasa, 20 Februari 2024 - 17:21 WIT

2 Oknum Panwascam Bikin Gaduh Pemilu, Begini Tanggapan KPU Halsel

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:54 WIT

Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:28 WIT

Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:47 WIT

Kakek 72 Tahun Ditemukan tak Bernyawa dengan Kepala Bersimbah Darah

Senin, 19 Februari 2024 - 22:23 WIT

Utang Dinkop UMKM Malut Rp 2 Miliar Lebih, Didalamnya Renovasi Atap Gedung PLUT

Senin, 19 Februari 2024 - 22:00 WIT

Batas Input Kegiatan ke SIRUP di Kota Ternate 29 Februari

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir

Headline

Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg

Selasa, 20 Feb 2024 - 20:21 WIT

Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Amru Arfa

Headline

Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou

Selasa, 20 Feb 2024 - 16:54 WIT

Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly

Headline

Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil

Selasa, 20 Feb 2024 - 16:28 WIT

error: Konten diproteksi !!