Solar Langka, Puluhan Sopir Dump Truck Datangi Pertamina Halsel

Halsel, Maluku Utara- Puluhan sopir dump truck yang tergabung dalam Persatuan Sopir Dump Truck (Predatur) mendatangi SPBU Labuha dan depot Pertamina Babang, Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhaan para sopir dump truck terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar, Rabu (16/02/2022).

Seperti disampaikan Kahar, salah satu sopir dump truck, saat diwawancarai Haliyora di depan kantor Pertamina. Ia mengaku sejak Jum’at pekan lalu, pihak SPBU Labuha tidak melayani pengisian BBM jenis solar kepada sopir dump truck tanpa alasan yang jelas.

Kahar menuturkan, pihak SPBU Labuha tidak menyampaikan alasan kelangkaan stok BBM solar, maka lewat Predatur sebagai organisasi para sopir dump truck berkumpul di SPBU Labuha untuk mempertanyakan alasan tersebut. “Sebab, jika tidak ada stok solar bagaimana nasib para sopir dump truck yang setiap hari harus beraktifitas,” ujarnya.

Katanya, saat ini SPBU hanya melayani pengisian BBM jenis Dexlite dengan harga Rp 12,400 per liter, yang menurutnya, perbedaan harga terlampau jauh jika dibandingkan dengan solar yang harganya cuma Rp 5,500 per liter.

BACA JUGA  Samurai Minta Bupati Copot Direktur PDAM dan Tangkap Mafia Penambangan Pasir Ilegal di Morotai

“Jadi kalo pake dexlite bagaimana pendapatan dan setor kita, ini sangat berpengaruh, bahkan bisa harga timbunan dinaikkan yang nantinya juga merugikan warga,” akunya.

Sementara, lanjut Kahar, pihak SPBU Labuha ketika ditanyakan kelangkaan solar, beralasan belum ada suplai dari Pertamina. “Pihak SPBU Labuha alasan minyak solar belum disuplai dari Pertamina Babang, makanya belum dapat layani sopir dump truck, anehnya tidak ada pemberitahuan tiba-tiba minyak solar terhenti,” kesalnya.

Kahar sendiri menilai kelangkaan solar ini dikarenakan ada permainan, sebab ini bukan pertama kali terjadi. Kejadian seperti ini menurut dia, sudah berulang-ulang, sering kali stok solar sangat terbatas bahkan pelayanan juga cukup dibatasi.

“Bayangkan, kami antrian di SPBU Labuha dibatasi hanya bisa dapat Solar Rp 100.000 saja, bahkan ada truck yang belum ditangani sudah kehabisan solar,” ungkapnya setengah emosi.

Amatan Haliyora, puluhan sopir dump truck yang mendatangi SPBU Labuha selanjutnya menuju Pertamina untuk mempertanyakan kelangkaan solar di SPBU Labuha.

BACA JUGA  Tuntutan Belum Terealisasi, Nakes Boikot IGD RSUD BC, Ini Jawaban Wagub

Menanggapi hal itu, manager Pertamina Babang, Yakub Rumpa, saat diwawancarai awak media usai menerima kedatangan sejumlah sopir dump truck di depan Pertamina, mengakui belum menyuplay solar ke SPBU Labuha sejak Jum’at pekan lalu, dikarenakan kerusakan mesin dispenser di SPBU Labuha.

Yakub menjelaskan, untuk melayani kebutuhan masyarakat, maka direncanakan suplai solar akan dipindahkan ke APMS Babang sambil menunggu perbaikan dispenser SPBU Labuha. “Kami akan kordinasi dengan pihak APMS Babang Raya agar memberikan pelayanan minyak solar tanpa batas kepada sopir dump truck,” ucapnya.

Meski demikian, Yakub terkesan mengelak ketika disentil jatah kuota Solar ke SPBU Labuha dalam sehari atau setahun. “Soal jumlah jatah BBM jenis solar per hari dan kuota per tahun belum update datanya, nanti disiapkan baru teman-teman wartawan datang lagi kami akan sampaikan,” kata Yakub mengelak. (Asbar-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah