Universitas Pasifik Morotai Kembangkan Kerupuk dari Ikan Tuna

Morotai, Haliyora

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) merupakan agenda stimulan yang diberikan melalui Kemendikbud kepada Kelompok PHP2D Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik Morotai untuk membuat produk olahan ikan menjadi cemilan kerupuk khas Morotai.

Kini kelompok PHP2D Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik bekerjasama dengan UMKM Mitra Usaha Momojiu Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan memproduksi kamplang berbahan ikan tuna. Kerja sama itu sudah dimulai sejak November 2020 lalu.

Iswandi Wahab, koordinator pelaksana kegiatan mengaku setelah lakukan simulasi kepada sejumlah mitra, selanjutnya mahasiswa Unipas melakukan pendampingan kepada mitra usaha dan masyarakat binaan dalam hal sosialisasi program. Yakni rencana kegiatan pelatihan prose pembuatan kerupuk dari ikan tuna. 

BACA JUGA  Harga Lemon Ikan dan Rica Nona Masih 'Pidis'

“Awalnya kita lakukan proses uji coba, untuk melihat hasil dengan takaran dan perlakuan masak yang berbeda. setelah itu kita mengambil satu sampel terbaik untuk ditetapkan menjadi produk yang digunakan,” terang Iswandi.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan awal sosialisasi sampai proses pelatihan dan monitoring melibatkan satu dosen pembina dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unipas, 10 mahasiswa dan 15 orang mitra usaha momojiu 

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari perangkat desa tersebut, dan para mitra Desa Momojiu ini sangat semangat belajar dalam mengolah produk lokal menjadi cemilan khas morotai tersebut,” jelasnya

BACA JUGA  Tingkat Hunian Kamar Hotel di Maluku Utara pada Juni 2022 Naik Sebesar 2,40 Poin

Ia mengaku, saat ini produk kerupuk kamplang ini dalam proses produksi dan direncanakan sehari bisa mencapi 100 kemasan, tergantung permintaan pelanggan. “Karena ini merupakan program pemberdayaan desa, jadi dapat respon sangat baik, sementara untuk pasaran sendiri dari pihak kampus juga membantu,” akunya.

Lebih lanjut kata Iswandi, untuk saat ini kemitraan UMKM ini masih terus dibina untuk tetap kembangkan produk lokal tersebut. Dan saat ini masih menunggu perizinan dari BPOM dan pengurusan label halal produk. “Kita berharap ini merupakan produk lokal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Morotai,” pungkasnya. (Tir-PN1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah