Galela, Maluku Utara – Ruas jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Galela Barat, Galela Utara, Halmahera Utara hingga Loloda kini dalam kondisi memprihatinkan setelah tertimbun material tanah akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Timbunan tanah dengan ketebalan sekitar 10 hingga 40 sentimeter menutup sebagian badan jalan di sejumlah titik. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari saat minim penerangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat sedikitnya enam titik dengan kondisi terparah. Panjang tiap titik bervariasi, mulai dari 20 meter hingga mencapai 100 meter, dengan material tanah yang cukup tebal dan sulit dilalui kendaraan.
Saat cuaca panas, debu dari timbunan tanah semakin memperparah situasi. Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus melaju perlahan untuk menghindari tergelincir maupun gangguan jarak pandang.
Sejumlah warga setempat berinisiatif melakukan pembersihan secara swadaya. Dengan peralatan sederhana, mereka berupaya membuka akses jalan meski hanya sebagian kecil yang dapat dibersihkan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!