Ternate, maluku Utara – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kebutuhan uang Rupiah di Provinsi Maluku Utara sepanjang 2026 mencapai Rp 3,7 triliun, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 3,3 triliun.
Humas BI Maluku Utara, Ariq, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Secara nasional, BI menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp 185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
“Dari total tersebut, Rp 177 triliun dialokasikan untuk kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan layanan kantor cabang di seluruh Indonesia,” kata Ariq, Senin (16/2/2026).
Khusus periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, lanjut Ariq, kebutuhan uang tunai di Maluku Utara diperkirakan mencapai Rp 933 miliar. Angka ini naik 25 persen dibandingkan realisasi RAFI 2025 sebesar Rp 746 miliar.
Menurut Ariq, lonjakan kebutuhan uang tunai didorong meningkatnya konsumsi dan tradisi mudik Lebaran, baik antar kabupaten/kota maupun antar provinsi, yang berdampak pada tingginya permintaan uang kartal.
“BI memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam kondisi layak edar guna menjaga kelancaran transaksi masyarakat serta stabilitas sistem pembayaran selama periode hari besar keagamaan nasional,” pungkasnya. (*RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!