Ekspor Non-Tambang Maluku Utara Tumbuh Positif Awal 2026, Kerang Dara Tembus Pasar Thailand

Ternate, Maluku Utara — Kinerja ekspor non-tambang Provinsi Maluku Utara menunjukkan tren positif pada awal 2026. Provinsi yang dikenal sebagai Bumi Moloku Kie Raha ini kembali menegaskan potensi sektor kelautan dan perikanan melalui ekspor perdana komoditas kerang dara segar (fresh blood cockle) ke Thailand.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Ternate, Jaka Riyadi, mengatakan ekspor tersebut merupakan hasil sinergi lintas instansi dalam program Sinergi Ekspor Maluku Utara. Program ini melibatkan Bea Cukai Ternate, BKIHT Maluku Utara, Badan Mutu Ternate, Garuda Indonesia, serta instansi pendukung lainnya.

BACA JUGA  PDI-P Tikep Buka Pendaftaran Caleg, Ketua Bappilu Malut Optimis Rekrutmen Mampu Lahirkan Caleg Pemenang

“Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah penghasil komoditas kelautan unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Jaka, Selasa (3/2/2026)

Ekspor perdana ini dilakukan oleh PT Mitra Jaya, perusahaan pengolahan hasil laut asal Maluku Utara. Sebanyak 225 kilogram kerang dara segar dikirim melalui jalur udara langsung dari Ternate untuk memenuhi permintaan pasar Thailand yang menitikberatkan pada kualitas, keamanan pangan, dan kesegaran produk.

BACA JUGA  Warga Korban Banjir di Morotai Maluku Utara Bakal Dapat Bantuan Sembako
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah