Bupati ke Kadis Dikbud Sula : Jangan Tunggu Lama-lama

Sanana, Haliyora

Rifai Haitami telah dilantik menjabat Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula, pada Selasa Malam (08/06/2021)

Kini dihadapkan pada sejumlah masalah dalam lingkup kerja dinas yang harus diselesaikan.

Ada tiga masalah mendesak yang harus segera diselesaikan yakni keaktifan para guru di setiap sekolah, hilangnya leptop di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta tunggakan pembayaran gaji PTT guru selama enam bulan.

“Saya diperintahkan oleh ibu bupati agar jangan menunggu lama-lama, segera eksen membenahi masalah-masalah internal seperti keaktifan guru di sekolah-sekolah, tunggakan pembayaran gaji guru PTT selama enam bulan serta mengusut hilangnya leptop di kantor dinas beberapa waktu lalu,” ujar Rifai, saat ditemui Haliyora, Kamis (10/06/2021).

BACA JUGA  Warga Jambula Blokir Jalan, Akses ke Pusat Kota Ternate Tersendat

Masalah keaktifan para guru menurut Rifai, itu tergantung ketegasan kepala sekolahnya. Untuk itu dirinya akan melakukan rapat bersama dengan para kepala sekolah, mulai TK, SD dan SMP untuk menegaskan masalah kedisiplinan tersebut. “Kalau kepala sekolahnya tegas terhadap disiplin, maka saya rasa masalah keaktifan guru-guru itu dapat teratasi,” ujarnya.

Sedangkan terkait hilangnya leptop kantor dinas, Rifai mengaku baru diketahuinya dari media online. .

“Saya baru baca informasi hilangnya leptop itu di media online,  saya juga sudah dihubungi pihak intel untuk melakukan investigasi terhadap orang dalam. Saya  pastikan masalah itu kita selesaikan dan pelakunya kita upayakan untuk di tangkap,” tandasnya.

BACA JUGA  Belasan Rumah di Morotai Terendam Banjir

Sementara, terkait pembayaran tunggakan gaji guru PTT, Rifai mengaku masih menunggu laporan dari bendahara dinas terkait kendala yang menyebabkan tertundanya pembayaran gaji guru PTT tersebut.

“Bendahara saya masih izin, jadi saya belum bisa tau kendala penundaan pembayaran PTT itu, namun saya akan secepatnya menyelesaikan persoalan ini.  Ini penting, sebab kita mau paksa mereka kerja sedangkan hak mereka tidak dipenuhi. Besok saya rapat dengan kepala sekola TK, SD, SMP. Saya minta kepada para kepala sekolah masing-masing unit pendidikan untuk lebih perhatikan sekolah daripada dana BOS,” imbuhnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah