YT : Karya Ko Syam Membekas, Harusnya Dihargai

Ternate, Haliyora

Pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Ternate nomor urut 4, Mohammad Yamin Tawary-Abdullah Tahir (YAMIN-ADA), pada Sabtu (03/10/2020) melakukan kampanye terbatas di Kelurahan Santiong, Kota Ternate Tengah.

Bacaan Lainnya

Dengan penerapan protokol kesehatan, ratusan simpatisan YT-ADA antusias mengikuti pidato kampanye pasangan dengan tagline ‘Ternate Bangkit’ itu.

Tidak seperti kampanye-kampanye sebelumnya, kali ini calon walikota Ternate, H. Yamin Tawary lebih banyak bercerita tentang beberapa tokoh Ternate yang dinilai besar jasanya membangun Kota ternate.

Mengawali pidatonya, Yamin mengatakan seorang imam atau pemimpin harus pintar bicara untuk menjelaskan kepada makmumnya (masyarakat) tentang program yang akan dilakukan.”kalau tara tau bicara kong Cuma babadiam, bagaimana rakyat tau pemimpin pe program,”ujar Yamin.

Yamin melanjutkan, program yang dicanangkan juga harus dibuat sendiri oleh pemimpin atau calon pemimpin tersebut berdasarkan data hasil kajian dan analisa terhadap karakter daerah dan masyarakatnya, agar pemipin tersebut menjiwai apa yang diprogramkan itu sehingga melahirkan cinta terhadap daerah dan masyarakatnya.

“Ini menurut saya penting, karena kalau visi-misi dan program itu suru orang lain biking, bagimana bisa dijiwai,” tandas Yamin.

Pemimpin yang menjiwai dan mencintai daerah dan rakyat Kota Ternate, sambung Yamin, ada pada tiga tokoh di Kota Ternate ini, dan ketiganya sudah tutup usia.

Ia menyebutkan nama Almarhum Yakub Mansur (Mantan Bupati Maluku Utara), Almarhum, H. Mudafar Syah (Sultan Ternate) dan Almarhum Drs. Syamsir Andili (mantan walikota Ternate).

“Tiga tokoh ini saya kanal bae. Pak Yakub Mansur mungkin generasi di bawah saya so tara riki, tapi generasi saya deng pak Dula tau persis betapa cinta beliau terhadap Maluku Utara pada waktu itu. Kalau Ou (Sultan) apa lagi. Jangan pertanyakan lagi sebesar apa cinta dan harapan beliau terhadap kota Ternate. Saya kenal dekat, saya tau pikiran-pikiran, dan cita-cita serta harapan beliau terhadap Kota Ternate.

“Saya inga Ou bilang pa saya, Ternate ini ada tiga hal, yakni sebagai kota dagang, kota pendidikan, dan kota budaya atau kota pariwisata-jasa,” ujar Yamin mengingat ucapan Sultan Ternate, almarhum Mudafar Syah.

Dan terakhir, kata Yamin, tokoh yang juga banyak menginspirasi dirinya adalah Samsir Andili.

“Ko Sam itu salah satu Guru Kepemimpinan saya. Saya baku bawa sejak saya masih mahasiswa IAIN, Baik sebagai pengurus HMI maupun KNPI. Ko Sam itu punya ide-ide dan gagasan cemerlang untuk membangun Kota Ternate, jauh sebelum beliau jadi walikota. Saya tau persis karena beliau itu suka berdiskusi dengan torang yang muda-muda saat itu, terutama mahasiswa. Dan itu sudah karakter beliau. Paitua suka batogor. siapa saja diajak bertukar pikiran. Paitua mau tong bangkit sama-sama gotong royong membangun kota ini untuk mencapai kesejahteraan bersama. Itulah salah satu yang menginspirasi saya deng pak Dula untuk bikin semboyan “Ternate Bangkit”, kenang Yamin.

Memori tentang sosok Samsir Andili tidak hanya sampai di situ. Kata Yamin, Karakter Samsir Andili yang suka menyapa dan berdiskusi lebih terlihat lagi saat memimpin Kota ternate dua periode.

“Ko Sam itu sosok pemimpin yang suka membina. Makanya saya dengar banyak generasi muda jadi hebat dari tangan paitua. Dan saya paling terkesan ketika saya tau paitua libatkan beberapa mahasiswa dalam menyusun dan merencanakan beberapa program untuk mengatasi masalah-masalah di Kota Ini. Salah satunya reklamasi tapak di lao itu. Saya yakin anak-anak itu sekarang ini so jadi tokoh-tokoh muda yang hebat. Karena saya yakin polesan tangan Ko Sam pasti jadi hebat,” ujarnya.

Yamin sendiri mengaku sangat terinspirasi gaya kepemimpinan Syamsir Andili, terutama memberlakukan orang Ternate. Ia mengatakan Samsir Andili memimpin dengan “Bobaso Se Rasai” (Kasih Sayang).

Kepemimpinan berlandaskan kasih sayang dan suka membina itulah, kata Yamin, ditunjukkan Samsir Andili terhadap dua wakil wali kota di masa kepemimpinannya yakni Iskandar M Djae dan Amas Dinsi. Itu ditunjukkan dengan sering mendelegasikan tugas-tugas agenta penting kepada wakilnya.

Iskandar M. Djae, dalam satu kesempatan, sambung Yamin pernah bercerita kepadanya, bahwa banyak sekali diberikan tanggungjawab, salah satunya dipercaya mencari dukungan dan persetujuan membangun Masjid Raya yang ada saat ini.

Masih terkait Mesjid Raya, kata Yamin, Pak Syamsir menghendaki agar masjid raya itu dibangun di atas laut. Namun, sisi kiri masjid telah direklamasi saat ini sehingga menghilangkan kesan masjid tersebut berada di atas laut.

“Jadi sekarang masjid di pinggir laut, bukan di atas laut. Juga Banyak kantor-kantor yang simbolnya cengkeh dan pala sekarang ditutupi. Karya Ko Syam, tambah Yamin, membekas dengan gagasannya tentang ‘Ternate Madani’, namun sayangnya perlahan tergantikan. Padahal, Madani itu artinya beradab dan maju, sayangnya kemudian diganti,” sesalnya.

Menurutnya, menjadi pemimpin tidak perlu merasa lebih hebat sehingga menghilangkan karya-karya hebat pemimpin terdahulu.

“Menurut saya pemimpin yang merasa lebih hebat dari pendahulunya lalu berusaha menghilangkan karya-karya yang diwariskan itu tidak baik dan tidak benar. Kita berhak melanjutkan kalau itu baik, dan kita bisa mengoreksi jika dianggap kurang tepat, tapi jang menghilangkan. Itu tara bisa,” imbuhnya. (Ichal-1)

Pos terkait