Ternate, Maluku Utara — Pemerintah Kota Ternate mengklaim telah mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar. Capaian tersebut meliputi penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan sejumlah indikator makro pembangunan.
Namun, kalangan akademisi menilai evaluasi kinerja pemerintah daerah tidak cukup hanya bertumpu pada klaim administratif dan capaian statistik. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Muammil Sun’an, menyatakan penilaian kinerja pemerintah kota harus merujuk pada sejumlah indikator utama yang terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
Menurutnya, parameter yang dapat dijadikan tolok ukur antara lain indikator kinerja utama (IKU) makro, tata kelola keuangan dan administrasi, kualitas pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup.
“Jika mengacu pada IKU makro, kita bisa melihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, angka kemiskinan, hingga indeks gini. Namun, yang terpenting bukan sekadar capaian angka, melainkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Muammil saat dihubungi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menilai, meskipun IPM Kota Ternate berada pada peringkat pertama di tingkat Provinsi Maluku Utara, masih terdapat sejumlah catatan mendasar. Rata-rata lama sekolah dan standar hidup layak, menurutnya, masih tergolong rendah.
“Ini menunjukkan bahwa IPM yang tinggi secara agregat bisa saja terlihat baik, tetapi substansinya masih rapuh. Begitu pula dengan gini ratio dan angka kemiskinan. Yang harus dilihat adalah kondisi riil di lapangan, bukan hanya tren statistik,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!