Mahasiswa Maluku Utara Desak Polri Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Berantai di Halteng-Haltim

Selain itu, mahasiswa meminta pembangunan pos keamanan di titik rawan serta pendirian kantor kepolisian sektor di setiap kecamatan di wilayah Patani.

Ketua Umum PB FORMAPAS Malut-Jabodetabek, Riswan Sanun, menilai lambannya penanganan kasus berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap aparat.

“Ini bukan sekadar soal citra institusi, tetapi menyangkut nyawa dan rasa aman masyarakat. Ketika kepastian hukum tidak hadir, kepercayaan publik ikut terkikis,” ujarnya.

BACA JUGA  Unjuk Rasa di Ternate, Belasan Mahasiswa Diamankan, Satu Alami Luka Serius

Perwakilan massa kemudian diterima oleh pihak Mabes Polri untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyerahkan pernyataan sikap resmi.

Supriyadi menegaskan, pihaknya memberikan tenggat waktu 1×24 jam kepada Mabes Polri untuk menunjukkan langkah konkret, termasuk pembentukan tim independen. Jika tuntutan tersebut tidak direspons, mereka berencana kembali menggelar aksi lanjutan.

BACA JUGA  KPK Periksa Istri Eks Gubernur Malut Soal Dugaan Pencucian Uang

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga proses hukum berjalan transparan dan rasa aman masyarakat di Halmahera benar-benar terjamin. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah