Bupati Rusli Sibua Jenguk Pasien di Puskesmas Wayabula, Pastikan Rehabilitasi Faskes Tahun ini

Daruba, Maluku Utara – Di sela padatnya agenda pemerintahan, Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, memilih meluangkan waktu untuk sesuatu yang sederhana namun bermakna: hadir langsung di tengah warganya yang sedang sakit.

Rabu (8/4/2026), ia menyambangi Puskesmas Wayabula di Kecamatan Morotai Selatan Barat. Tak ada sekat formalitas yang kaku. Yang terlihat justru interaksi hangat seorang pemimpin yang berjalan dari satu bangsal ke bangsal lain, menyapa pasien dengan penuh empati.

Rusli tidak hanya datang untuk melihat. Ia duduk, berbincang, dan mendengarkan. Sesekali ia menggenggam tangan pasien, mencoba memberi kekuatan di tengah kondisi yang tidak mudah.

“Semoga lekas pulih dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” ucapnya pelan, seraya menyerahkan bantuan uang tunai kepada pasien rawat inap.

BACA JUGA  Perkuat Sinergitas Pembentukan Produk dan Layanan Hukum Daerah, Pemkab Taliabu Teken MoU Bersama Kanwil Kemenkum Malut
Bupati Rusli Sibua menyerahkan santunan biaya pengobatan kepada salah satu pasien saat kunjungannya ke Puskesmas Wayabula

Bagi sebagian keluarga pasien, kehadiran itu lebih dari sekadar kunjungan pejabat. Ada rasa diperhatikan, ada harapan yang tumbuh di tengah ruang perawatan yang sederhana.

Namun kunjungan tersebut tak berhenti pada sisi kemanusiaan semata. Rusli juga memastikan kondisi fasilitas kesehatan (Faskes) yang menjadi tumpuan masyarakat setempat. Ia meninjau langsung berbagai sudut bangunan, memperhatikan peralatan medis, hingga mencatat sejumlah kerusakan fisik yang dinilai perlu segera diperbaiki.

Dari hasil peninjauan itu, satu keputusan ditegaskan: rehabilitasi Puskesmas Wayabula akan menjadi prioritas tahun ini. “Kita harus bergerak cepat. Jangan sampai kerusakan ini berdampak pada pelayanan,” katanya.

BACA JUGA  Sidak di Hari Pertama Berkantor, Bupati Morotai Rusli Sibua Temui Ini 

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya hadir dalam bentuk simbolik, tetapi juga melalui kebijakan konkret.

Di wilayah seperti Morotai Selatan Barat, puskesmas bukan sekadar fasilitas kesehatan. Ia adalah garda terdepan, tempat warga menggantungkan harapan saat sakit datang.

Karena itu, rencana rehabilitasi yang dijanjikan diharapkan bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi pasien maupun tenaga medis.

Di akhir kunjungan, suasana kembali menghangat. Senyum pasien, ucapan terima kasih dari keluarga, dan langkah perlahan sang bupati meninggalkan ruangan menjadi potret kecil tentang arti kehadiran negara yang kadang tidak perlu besar, cukup nyata dan terasa. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah