Bupati Rusli Sibua Ajak Warga Morotai Jaga Persatuan, Halalbihalal Jadi Simbol Kerukunan Lintas Iman

Daruba, Maluku Utara – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Rabu (8/4/2026). Di tengah momentum Halalbihalal, masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul, saling berjabat tangan, dan mempererat kembali tali persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Di hadapan warga, Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna: menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu benar. “Jangan sampai kita terpancing oleh isu-isu yang tidak benar,” ujarnya, mengingatkan dengan nada yang tenang namun tegas.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Bupati Rusli mengajak masyarakat belajar dari pengalaman masa lalu, masa ketika konflik sosial sempat meninggalkan luka. Ia menegaskan bahwa generasi yang pernah merasakan masa sulit memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing anak-anak muda agar tidak mudah terprovokasi.

BACA JUGA  Bentuk Dukungan, Dinas Perkim Malut Hadir di Prasasti Wallace

Bagi Rusli, peran keluarga menjadi benteng pertama. Orang tua diminta hadir, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penuntun di tengah derasnya informasi digital yang kerap sulit dibendung.

Di tengah tantangan tersebut, pemandangan di Wayabula justru menghadirkan harapan. Masyarakat Muslim dan Nasrani duduk berdampingan, berbincang tanpa sekat, menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah.

Camat Morotai Selatan Barat, M. Bahri Noho, melihat momen ini sebagai cerminan kuatnya jalinan sosial di wilayahnya. Kebersamaan yang terbangun bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga harmoni.

BACA JUGA  BPPKAD Morotai : Boboro Guest House Tak Pernah Setor Pajak ke Daerah

“Kami ingin semua unsur masyarakat bersatu. Ini bukan hanya kegiatan, tapi juga pengingat bahwa kita hidup sebagai satu keluarga besar,” katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala KUA Morotai Selatan, Ibrahim Ahmad. Ia menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan antarsesama.

Di penghujung acara, warga saling bersalaman tanpa memandang perbedaan. Tawa ringan, percakapan hangat, dan tatapan penuh keakraban menjadi penutup yang sederhana, namun bermakna dalam.

Di tanah yang pernah diuji oleh perbedaan, hari itu Morotai menunjukkan wajah lain, wajah persatuan yang tumbuh dari kesadaran bersama, bahwa kedamaian adalah pilihan yang harus terus dijaga. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah