Bobong, Maluku Utara – Kemunculan buaya di perairan pesisir Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, khususnya di wilayah ibu kota Bobong, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Fenomena ini bahkan ramai diperbincangkan warga dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, meminta nelayan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan terlalu dekat dengan muara sungai. Area tersebut diketahui menjadi habitat alami buaya air laut.
“Nelayan diminta menjauhi muara sungai dan segera menghindar jika melihat penampakan buaya, baik di permukaan air maupun di tepian pantai,” ujar Yasir melalui Kepala Diskominfo, Haruna Masuku, Selasa (7/4/2026).
Ia juga mengimbau warga agar segera melaporkan kepada aparat keamanan setempat jika melihat keberadaan buaya, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan.
Selain ancaman satwa liar, nelayan juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut guna menghindari risiko lain di perairan terbuka.
Diketahui, buaya air laut merupakan spesies yang hidup di wilayah pesisir dan muara sungai, termasuk di kawasan Taliabu. Hewan ini memiliki sifat teritorial yang tinggi, terutama saat memasuki musim berkembang biak, sehingga berpotensi membahayakan manusia.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah memasang papan peringatan di sepanjang pesisir pantai Bobong. Papan tersebut berisi imbauan terkait bahaya kemunculan buaya di wilayah tersebut.
“Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta meminimalisasi potensi serangan,” kata Haruna.
Pemerintah berharap adanya koordinasi antara warga, nelayan, dan aparat dapat membangun sistem peringatan dini sehingga risiko dapat ditekan semaksimal mungkin. (RHM)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!