Pemda Morotai Bangun Rumah Produksi Ikan Tahun Ini, Dananya dari Kementrans

- Editor

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rosita, Plt. Kepala Dinas Nakertrans Pulau Morotai.

Rosita, Plt. Kepala Dinas Nakertrans Pulau Morotai.

Daruba, Maluku Utara – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) pada tahun 2026 ini merencanakan pembangunan rumah produksi pengolahan ikan dengan total anggaran lebih dari Rp 7 miliar. Program tersebut didanai melalui hibah Kementerian Transmigrasi (Kementrans).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Pulau Morotai, Rosita, mengatakan pembangunan rumah produksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah melalui pengolahan dan pengemasan produk ikan.

“Tahun ini kami mendapat dana hibah dari Kementerian Transmigrasi untuk pembangunan rumah produksi dengan nilai anggaran sekitar Rp 7 miliar lebih,” kata Rosita kepada wartawan, Senin (5/1/2025).

Menurutnya, Morotai merupakan salah satu daerah dengan potensi perikanan terbesar di Maluku Utara. Karena itu, Kementerian Transmigrasi memberikan dukungan hibah untuk pembangunan rumah produksi yang akan berlokasi di Desa Daeo Majiko. “Produksi ikan di Morotai sangat tinggi, sehingga perlu didukung dengan fasilitas pengolahan. Rumah produksi ini akan dibangun di Desa Daeo Majiko,” ungkapnya.

Selain rumah produksi, Disnakertrans juga akan membangun sejumlah unit usaha pendukung di lokasi yang sama, termasuk pabrik es balok. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pengolahan produk turunan perikanan. “Di rumah produksi ini akan dikembangkan berbagai produk olahan ikan. Selama ini hasil ikan kita besar, tetapi belum diolah menjadi produk bernilai tambah,” jelasnya.

BACA JUGA  Komisi II Minta Polisi Usut SPBU Bere Bere Jual Pertamax di Atas HET

Produk yang direncanakan antara lain abon ikan, sarden, bakso ikan, sambal roa, hingga produk olahan lainnya. Menurut Rosita, bahan baku akan berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal, termasuk ikan berukuran kecil seperti cakalang kecil dan jenis ikan lainnya. “Nantinya tidak hanya ikan fufu atau ikan bakar, tetapi juga berbagai produk olahan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

Berita Terkait

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi
Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai
Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes
Disperindagkop Halsel Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pangkalan yang Ketahuan ‘Kencing’ Mita Subsidi di Kios
Wagub Tinjau Penanganan Banjir di Halmahera Barat, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Peserta Seleksi Dewas dan Direksi Perumda Ake Gale Ternate Segera Diuji
Tim SAR Morotai Bantah Isu Hoaks yang Disebarkan Salah Satu Akun Medsos
Rombak Kabinet, Bupati Halsel Bassam Kasuba Geser Sekda dan Kepala BPBD
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:08 WIT

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:41 WIT

Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIT

Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:54 WIT

Disperindagkop Halsel Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pangkalan yang Ketahuan ‘Kencing’ Mita Subsidi di Kios

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:41 WIT

Wagub Tinjau Penanganan Banjir di Halmahera Barat, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!