Sementara itu, Ketua Umum Pengurus ISEI Cabang Maluku Utara, Prof. Dr. Rusman Soleman, menyampaikan bahwa musyawarah dan seminar ini menjadi wadah strategis untuk memusatkan pemikiran serta kontribusi nyata ISEI dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kita menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada ISEI Maluku Utara dan berharap kegiatan ini menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi dan pembangunan ekonomi daerah.
Ketua Bidang Organisasi Koordinator Wilayah Timur Pengurus Pusat ISEI, Dr. Sultan Suhab, dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. “Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Tantangannya adalah memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Sultan mengungkapkan bahwa kontribusi Maluku Utara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 0,05 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui kebijakan yang tepat dan kolaboratif. Ia juga menawarkan kerja sama dengan ISEI Maluku Utara dalam penyusunan kajian kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Sekda Maluku Utara sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Samsuddin menekankan pentingnya transformasi ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen bukanlah mimpi jika kita bekerja sama dan memiliki strategi yang tepat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tiga fungsi utama pemerintah, yakni penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus ke depan, menurutnya, harus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam seminar bertajuk “Strategi Peningkatan Ekonomi Lokal” tersebut, Sekda turut menyoroti peran koperasi desa dan ekonomi masyarakat sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. “Kita harus mengubah mindset dari sekadar menjadi penonton menjadi pelaku ekonomi,” tegasnya.
Seminar Nasional dan Musyawarah ISEI Maluku Utara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, instansi vertikal, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Erlangga Febriano, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Wakil Bupati Halmahera Timur, Sekretaris Kota Ternate, para narasumber, ekonom, akademisi, serta pelaku usaha di Maluku Utara. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!