Faizal menambahkan, seluruh aspirasi sopir angkot tetap akan ditampung dan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang sesuai. Ia juga menyebut bahwa para sopir sebelumnya meminta dipertemukan langsung dengan Wali Kota Ternate untuk menyampaikan keluhan mereka. Namun pertemuan belum dapat dilakukan karena Wali Kota sedang berada di luar daerah.
Salah satu orator aksi menegaskan bahwa keberadaan transportasi online dianggap menggerus pendapatan sopir angkot.
“Kami selalu membayar retribusi, tetapi pemerintah tidak memperhatikan kami. Kami juga punya keluarga yang harus diberi makan. Kalau semua penumpang diambil driver online, bagaimana kami bisa hidup?” ujarnya dalam orasi. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!