Imbas Pemangkasan TKD, Tiga Daerah di Maluku Utara Terancam Tak Bisa Bayar Gaji Pegawai

- Editor

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekprov Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir.

Sekprov Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir.

Sofifi, Maluku Utara – Tiga kabupaten di Provinsi Maluku Utara (Malut) diperkirakan akan kesulitan membayar belanja wajib, termasuk gaji pegawai, akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, usai menghadiri kegiatan retret pemerintah daerah di Magelang, baru-baru ini.

Samsudin menjelaskan, pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat menyebabkan sejumlah daerah mengalami tekanan fiskal yang berat. Akibatnya, sekitar 140 kabupaten di Indonesia terancam tidak mampu melaksanakan belanja wajib, termasuk pembayaran gaji aparatur serta pembiayaan sektor pendidikan dan kesehatan.

BACA JUGA  Kepsek SMA dan SLB di Maluku Utara yang Berkinerja Buruk Siap-siap

“Dari hasil pertemuan, diprediksi ada sekitar 140 kabupaten yang tidak mampu membayar gajinya. Di Maluku Utara, ada tiga kabupaten yang terdampak, yakni Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut), dan Pulau Morotai,” ujar Samsudin, Senin (3/11/2025), di halaman Kantor Gubernur Malut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, akibat kondisi tersebut, pemerintah daerah melakukan eksersais atau penyesuaian anggaran dengan cara penghematan di berbagai sektor agar belanja wajib seperti pendidikan dan kesehatan tetap dapat terlaksana.

BACA JUGA  Gubernur AGK Bakal Tunjuk Sekda Sebagai Plh Kepala Daerah

“Kita berharap melalui langkah penghematan ini, pemerintah daerah dapat tetap melaksanakan belanja wajib dengan baik, setidaknya untuk memastikan gaji pegawai dan layanan dasar publik bisa berjalan,” jelasnya.

Berita Terkait

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid
Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif
Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut
Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan
Realisasi Fisik DKP Halsel 2025 Tuntas 100 Persen, Kadis: Kami Jadikan Bahan Evaluasi untuk Program Mendatang
Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi
Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai
Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes
Berita ini 266 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:35 WIT

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:26 WIT

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:15 WIT

Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:06 WIT

Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:08 WIT

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Berita Terbaru

Sekkot Ternate, Rizal Marsaloy.

Headline

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:26 WIT

error: Konten diproteksi !!