Di sisi lain, belanja daerah mengalami kontraksi 10,06 persen (yoy) menjadi Rp 7,76 triliun, dari total pagu sebesar Rp 16,99 triliun atau baru terealisasi 45,68 persen. Realisasi belanja ini terutama terserap pada komponen belanja gaji dan tunjangan ASN, jasa, tambahan penghasilan ASN, serta transfer bantuan keuangan.
Sakop menambahkan, pada komponen belanja transfer masih terdapat sejumlah isu strategis, antara lain terkait percepatan realisasi DAK Fisik tahap II.
“Masih ada beberapa pemda yang belum menyalurkan DAU Specific Grant Penggajian Formasi PPPK karena belum memenuhi syarat salur. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan PAD dan akselerasi belanja daerah,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!