Dalam video tersebut juga terlihat sebuah papan proyek bertuliskan “Ada Kegiatan Konstruksi” nyaris hanyut terseret air, mengindikasikan bahwa banjir tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada proyek infrastruktur yang sedang berjalan di sekitar lokasi.
Jalan nasional di Lukolamo merupakan urat nadi transportasi antara pusat kota Weda, kawasan lingkar tambang IWIP, dan desa-desa pesisir lainnya. Terganggunya akses ini memicu kekhawatiran akan terhambatnya distribusi logistik, mobilitas pekerja, serta operasional kawasan industri strategis nasional tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Tengah, Rais Musa, masih kesulitan dikonfirmasi, karena nomor kontak yang dihubungi belum aktif. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!