Iwan pun mengirim pesan langsung kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Bukan dengan surat resmi, tapi dengan suara lirih dan harapan yang menggantung di udara lembab. “Tolong, Ibu Gubernur lihat ini. Sofifi bukan kota biasa, ini wajah provinsi kita,” pintanya.
Seorang ASN Pemprov yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku kecewa karena tak merasa nyaman. Saat turun dari Kantor Gubernur menuju Dinas PUPR dengan sepeda motor, ia terjebak di depan RSUD Sofifi, lantaran air telah merayap hingga ke tengah badan jalan.
“Bukan hanya depan RSUD. Depan Kantor KPU, Bundaran, sampai kediaman Wakil Gubernur juga tergenang air. Ini bukan banjir pertama, ini sudah jadi berulang. Tapi, Dinas teknis seperti PUPR seakan menutup mata,” kesalnya. (RS/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!