Menghadapi kondisi ini, pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya melakukan pembersihan mandiri. Namun karena volume sampah yang sangat besar, pihak desa akhirnya meminta bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengerahkan alat berat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BWS yang sedang bekerja di Danau Galela untuk membersihkan eceng gondok. Kami harap alat berat yang mereka miliki bisa digunakan untuk mengangkut sampah ini ke lokasi penampungan sementara,” jelas Hilman.
Diketahui, tumpukan sampah telah mencapai ketinggian sekitar tiga meter dari permukaan tanah. Meski pihak BWS dikabarkan sudah merespons permintaan, hingga kini alat berat belum bisa diturunkan karena kendala kekosongan operator.
Sementara itu, warga terus melayangkan keluhan karena kondisi sampah semakin memburuk setiap harinya. “Kami hanya bisa menunggu. Harapan kami, BWS bisa segera turun tangan agar masalah ini tidak terus berlarut, dan pembuangan liar bisa dihentikan,” tutupnya. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!