49 Kecamatan di Maluku Utara Rentan Kerawanan Pangan, Halsel Terbanyak

Dinas Pangan Provinsi Malut, menurut Lily, telah melakukan analisis wilayah yang rentan terhadap ketahanan pangannya. Analisis terperinci ini dilakukan dengan membagi wilayah per kecamatan berdasarkan kabupaten/kota guna memastikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang lanskap ketahanan pangan.

Menurut Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Provinsi Maluku Utara untuk tahun 2024, yang menganalisis 101 kecamatan di 8 kabupaten, ditemukan bahwa 49 kecamatan masuk dalam kategori prioritas risiko kerawanan pangan (2-3). Secara spesifik, 18 kecamatan dikategorikan sebagai prioritas II (18 persen), sementara 31 kecamatan diidentifikasi sebagai prioritas 3 (31 persen).

BACA JUGA  Pimpinan OPD Diminta Laporkan Data Utang untuk Disampaikan ke KPK

Berikut adalah data hasil analisis peta kerentanan dan ketahanan pangan. Peta ini diukur berdasarkan IKP (Indeks Ketahanan Pangan) dengan menggunakan metode prioritas komposit.

  • Kabupaten Halmahera Barat. Kecamatan yang masuk prioritas II adalah, Loloda, sementara yang masuk prioritas III adalah, Jailolo Selatan dan Sahu. 
  • Kabupaten Halmahera Tengah. Kecamatan yang masuk prioritas II antara lain, Pulau Gebe dan Patani, dan yang masuk prioritas III adalah, Patani, Patani Utara, dan Patani Barat. 
BACA JUGA  Hadiah Sherly-Sarbin di Hardiknas, Rp 34 Miliar Sekolah Tanpa Pungutan
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah