IPM Halmahera Selatan Urutan ke-7, DPRD : Birokrasi Basam Kasuba tak Kompeten 

Ini kata diam, akibat Bupati tidak inovasi dan selektif dalam mengangkat seseorang menjadi kepala dinas. “Kalau dilakukan perbandingan antara pertumbuhan ekonomi yang bagus, PDRB baik misalnya, tetapi harus diimbangi dengan IPM. Sementara IPM Halsel tidak bergerak, berada di posisi ketujuh lebih baik dari Haltim dan Halteng. Kalau poisi ke 8 itu Haltim, posisi ke-9 Morotai, dan posisi ke-10 Taliabu. Halsel berada di posisi ke-7, mestinya kita sudah sejajar dengan Tidore atau paling tidak Halteng, yang rancangan UU pemekaran DOB-nya satu,” kata Rustam.

BACA JUGA  Soal Pangkalan 'Kencing' Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Selain itu, faktor ini juga dipengaruhi oleh kurang lihainya OPD seperti Dinas Nakertrans yang tidak serius mengelola validasi data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Memang ada variabel-variabel lain soal IPM, tapi soal data perusahaan mereka (Kadis) harus mengantongi itu. Nah, mereka kan tidak bisa menyajikan berapa data tenaga kerja lokal baik Halsel, di luar Halsel maupun TKA,” singgungnya.

BACA JUGA  Buntut Tunggak Honor Penyuluh, Komisi II DPRD Halbar Bakal Panggil Dinas Pertanian dan BKAD
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah