Sementara RA, selaku korban saat diwawancarai wartawan mengaku tak terima dengan perlakuan AFS yang datang ke rumahnya sembari mengancam.
Saat itu, AFS bersama istri dan ibunya datang ke rumahnya sekitar sore hari. RA berpikir maksud kedatangan AFS untuk membicarakan masalah utang Rp 20 juta itu secara baik. “Memang benar saya ada masalah utang piutang dengan AFS, namun dalam perjalanan saya sudah bicarakan dengan mereka, sudah ada penyelesaian juga dan jaminan motor dengan sisa utang Rp 20 juta,” akui RA.
RA bahkan tak menampik bahwa dirinya berjanji akan melunasi utangnya kepada AFS pada bulan Februari ini. “Tapi saya tidak menjanjikan pembayaran dilakukan per hari ini tanggal 19 Februari 2025, yang saya katakan via Whatsapp hanya sebelum puasa mungkin sebelum tanggal 28 Februari,” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!