“Saya juga sedang mendorong agar ke depan pemerintah Kabupaten Taliabu segera membuat kajian untuk pengalihan status jalan daerahnya, entah ke status jalan provinsi atau ke status jalan nasional,” tambahnya.
Selain Kabupaten Pulau Taliabu, ada ruas jalan nasional yang ada di Kota Tidore Kepulauan, khususnya di daratan Oba. Disini, Graal melihat kualitas pembangunan ruas-ruas jalan tersebut masih belum optimal. Ada beberapa ruas jalan nasional di beberapa desa mengalami kebanjiran dan genangan tinggi akibat ketiadaan saluran pembuangan air (drainase). Desa-desa ini kerap mengalami banjir ketika musim hujan tiba akibat jalan nasional di sepanjang desa tersebut tidak dilengkapi dengan saluran drainase sama sekali.
“Pihak BPJN Maluku Utara perlu memperhatikan ini agar di masa mendatang segera merencanakan dan menganggarkan pembangunannya. Ini harus menjadi catatan agar ke depan jalan-jalan nasional kita dalam perencanaannya harus dan wajib menyertakan pembangunan drainase. Pun, jika anggaran terbatas, penting untuk mengutamakan desain fisik jalan yang harus berbentuk ‘punggung kura-kura’ guna menghindari genangan air berujung jalan terkikis/rusak ketika musim hujan tiba,” kata Graal.
Keempat, ada keterbatasan perlengkapan jalan nasional, misalnya lampu penerang sepanjang jalan, marka jalan, pagar pengaman di tikungan/jurang, dan lainnya. Pada banyak titik di ruas jalan nasional, fasilitas penunjang ini masih terbilang minim. Padahal, ini kebutuhan penting untuk mendukung pemanfaatan ruas jalan nasional bagi warga, baik untuk memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan, serta meminimalisasi risiko kecelakaan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!