Menengok Perilaku Sampah di Kawasan Bandung-Ternate

Jam menunjukkan pukul 16.15 Wit, Kamis, 16 Januari 2025. Orang-orang mulai ramai memadati jalan menuju ke arah Bandara Sultan Babullah. Bandara ini letaknya di Kelurahan Akehuda, Ternate Utara. Dibuka pada tahun 1971, tetapi secara resmi mulai beroperasi untuk pesawat sipil pada tahun 1978, menjadi moda transportasi utama ke Maluku Utara. Bandara ini terletak sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Ternate.

Balik lagi ke cerita awal. Sesampai di tempat yang dituju, saya lalu mengamati sekeliling. Sembari menikmati suasana otentik ala salah satu kota di Jawa, saya menarik napas panjang, lalu memantik api ke sebatang rokok di jemari kiri yang kemudian berpindah lagi ke jemari tangan kanan. “Ternyata suasananya memang beda,” pikirku.

BACA JUGA  UMK Kota Ternate Ditetapkan Rp 3.461.250

Kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri. Bagi warga, lokasi ini multifungsi. Ada yang menjadikan sebagai tempat berolahraga ketika sore hari. Siapa sangka, selain dari pemandangan yang indah, kita akan disuguhkan langsung dengan penerbangan pesawat di waktu petang.

Tapi rasa penasaranku tak karuan. Saya lalu menghampiri seorang pria muda sebaya. Rul nama karibnya. Kata Rul, lokasi ini adalah salah satu tempat favoritnya mengobati rasa lelah, ataupun sekadar cuci mata. “Tempat ini bagus. Selain saya, banyak juga yang berolahraga disini. Artinya tempat ini mampu menarik perhatian banyak orang,” begitu katanya.

Obrolan kami terhenti sejenak oleh rinai hujan. Tampak badan jalan di kawasan ini berangsur basah. Sebagian orang-orang yang beraktivitas di area ini bergegas pulang, namun sisanya memilih tetap tinggal menikmati suasana sore. 

BACA JUGA  Bangun RS, Pemkot Ternate Gunakan Skema PT Wika

Dari kejauhan, sekelompok remaja tidak menghiraukan gerimis. Mereka dengan santai beraktivitas dengan melakukan pemanasan fisik sebelum berlari-lari kecil. Hujan tampaknya tidak ingin membasahi tubuh mereka.  Aktivitas mereka berhenti sesaat ketika pesawat Rimbun Kargo mendarat di bandara Sultan Babullah. 

Tidak hanya yang berolahraga, banyak juga warga yang datang karena ingin menghabiskan waktunya di sana. Atau para mahasiswa yang sehabis berkuliah, pasangan suami istri, hingga mereka yang merasakan langsung hiruk-pikuk bisingnya kota. Mereka memilih mengistirahatkan lelah di kawasan bahu jalan. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah