“Bagi saya setiap pertandingan pasti berbeda dan kita lihat kondisi pemain terakhir seperti apa. Misalnya Yasa (Yakob Sayuri), saya gak mau memaksakan dia karena saya mau pemain yang siap,” ungkapnya.
Karena itu, Imran tegaskan pada setiap laga, pemain yang diturunkan tidak ada pemain lokal yang diemaskan, tidak ada asing. Jadi siapa siap dia main seperti laga PSIS kemarin semua siap.
“Jadi saya pikir kalau PSBS Biak (Klub Sepak Bola dari Kabupaten Biak Papua yang naik ke kasta Liga 1 sejaman Malut United) bisa kalahkan mereka (Persija Jakarta) kenapa kita tidak bisa. Tapi hasil lapangan itu tergantung kerja keras pemain di lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili pemain, Yance Sayuri menyatakan semua pemain siap buat yang terbaik di laga besok, dan untuk kemenangan sebelumnya mereka sudah lupakan.
“Kami sudah lupakan match melawan PSIS Semarang, dan kami betul-betil fokus pada pertandingan terakhir di putaran pertama tahun 2024 ini,” kata Yance.
Yance mengharapkan kehadiran suporter Malut di kandang Kie Raha ini, karena kehadiran dan suport menjadi motivasi tambahan buat mereka para pemain di dalam lapangan nanti.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!