Jika tidak ada campur tangan dari pihak Yamaha, lanjut M Nur, maka satu mesin modifikasinya bisa memakan biaya sebesar Rp 5.000.000. Kalau satu speed boat menggunakan empat mesin, bisa memakan biaya Rp 20.000.000. “Karena pihak Yamaha sudah bersepakat, maka satu mesin bisa memakan biaya Rp 1.000.000,” jelasnya.
Terkait pemakaian BBM saat ini, dia mengungkapkan, Pelabuhan Kota Baru dan Semut Mangga Dua mendapatkan BBM dari UD Kama Siyantan yang berlokasi di Mangga Dua. “Waktu kami rapat kemarin ada juga pihak Pertamina yang hadir, mereka bersepakat bahwa ketika terjadi kelangkaan, pihak Pertamina siap menyediakan cadangan BBM,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, karena pemakaian pertalite dan pertamax masih diuji coba, sehingga belum sepenuhnya speed boat menggunakan pertalite-pertamax. Speed boat yang dapat minyak tanah bisa menggunakan minyak tanah.
“Dengan jumlah armada yang kita miliki di Pelabuhan Kota Baru sebanyak 72 speed boat, sehingga pemberian BBM perhari untuk satu speed boat diberikan jatah 150 liter, dikalikan dengan 72 speed boat (=10.800 liter per hari),” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!