Meski begitu, kata Chairul, nilai investasi yang sebelumnya sebesar Rp 1,69 triliun, akan mengalami penurunan di bawah Rp 1 triliun. Ini dikarenakan terjadi perubahan dalam feasibility study atau studi kelayakan.
“Tapi diminta persetujuan dulu dengan PT WIKA, karena feasibility study sudah menjadi pemrakarsa yang dalam hal ini PT WIKA. Semua tergantung pada PT WIKA, apakah mereka masih ingin melakukan pembangunan RSUD lagi atau kita harus mencari investor lain,” pungkasnya. (RUL/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!