“Awalnya perut SU sakit dan memberitahukan kepada ibunya, tidak lama kemudian SU langsung melahirkan seorang bayi perempuan, bayi tersebut sudah meninggal, kemudian SU memotong tali pusar bayi tersebut menggunakan gunting, selanjutnya dia membungkus bayi dan ari-arinya dengan sebuah baju berwarna putih dan membuangnya di tempat pembuangan sampah depan rumah sekitar 40 meter,” ungkap Kapolres Totok Handoyo, Rabu (03/7/2024).
Lanjut Kapolres, di tempat sampah itu, sebagian tubuh bayi tersebut dimakan seekor anjing. Anjing tersebut kemudian menyeretnya ke sebuah lapangan sepak bola yang tak jauh dari pantai hingga ke depan rumah Simon Petrus (saksi), warga setempat.
“Ada seorang anak memanggil Simon bahwa ada anjing membawa ikan. Simon lalu memeriksanya ternyata itu mayat bayi perempuan yang kondisi fisiknya sudah tidak utuh, kaki dan tangan kanan serta bagian punggung bahkan bagian kepala belakang sudah berlubang,” bebernya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!