Menurut Irfan Umasugi, DPW bersama DPP menetapkan beberapa aspek yang sangat penting untuk merekomendasikan partai tersebut ke siapa bakal calon nanti. Pertama, marginal kepemimpinan, kedua memahami karakteristik dan kultur masyarakat Malut.
“Ketiga, NasDem tidak hanya jadikan satu-satunya pada hasil survei sebagai sandaran absolut bagai partai untuk membuat keputusan, ada aspek-aspek lain yang sangat prinsipil dan substansial yang dijadikan oleh partai sebagai basis untuk melahirkan rekomendasi,” jelas Irfan.
Irfan mencontohkan, kalau dilihat dari pesta demokrasi sebelumnya seperti di Pilgub tahun 2007 dimana para kontestannya ada Antoni Carles Sunaryo, Thaib Armain, Abdul Gafur dan Irfan Edison. Ini menurutnya kelihatan sekali pemenangnya adalah Thaib Armain. Kemudian Pilgub 2013 ada Namto Hui Roba, Hein Namotemo, Benny Laos yang waktu itu menjadi wakil pasangan dari Samsir Andil (alm), lalu ada Abdul Gani Kasuba, Ahmad Hidayat Mus, dan Muhadjir Albaar. Begitu juga di Pilgub tahun 2018, dimana ada Abdul Gani Kasuba, Muhammad Kasuba, AHM dan Burhan Abdurrahman (alm), dan pemenangnya adalah Abdul Gani Kasuba.
“Apa yang kami jelaskan ini untuk menggambarkan tipelogi dan geopolitik kultur dan karakteristik masyarakat Malut, dengan dasar itulah partai sangat cermat dan begitu teliti dalam menerbitkan rekomendasi,” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!