Wakil Bupati Halteng periode 2017-2022 ini mengatakan, sejauh ini telah melakukan komunikasi dengan berbagai partai politik. “Hanura ini partai ke delapan,” sebutnya.
Ia berharap, bakal calon wakilnya juga berlatar belakang politisi, kader yang memiliki rekam jejak di pemerintahan (Pernah menjadi anggota DPRD) dan memiliki kesamaan pandangan dalam melihat Halteng. Meski begitu, Ia akan tetap terbuka jika pasangan wakilnya berlatar belakang birokrasi. “Saya akan menggunakan parameter yang ilmiah, akan dilihat elektabilitasnya, dan ada kesepakatan partai politik yang berkoalisi,” tuturnya.
Dirinya menyebutkan, Pilkada Halteng sedikit berbeda dengan daerah lain dimana partai hanya menjadi jembatan untuk pemenuhan syarat pencalonan. “Kebiasaan di Halteng, kalau calon bupatinya orang Weda maka wakilnya orang Patani, kalua bupatinya Patani wakilnya Weda. Kalau sama-sama Patani maka kalah telak,” singgungnya. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!