Menurut Djamrud, pergantian tersebut dikarenakan Nabiha Alwi tidak menjalankan roda organisasi dengan baik, sehingga dievaluasi DPP.
“Ada pakta integritas yang disepakati, yakni dibawah kepemimpinan Nabiha Alwi harus ada penambahan kursi parlemen di tingkat kabupaten, provinsi dan juga DPR RI,” kata Djamrud.
Lantaran kuota kursi parlemen yang disepakati itu tidak memenuhi, kata Djamrud, sehingga DPP memutuskan Nabiha Alwi dievaluasi. “Nyatanya berbanding terbalik di lapangan, sehingga dia dievaluasi oleh DPP dan digantikan oleh Tutur Sutikno,” begitu kata Djamrud. (Echal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!