Ini Sosok Difabel Peraih Juara pada Lomba Tahfidz Al-Qur’an di Relif 2024 yang Digelar PLN UIW MMU

AMBON, 31 MARET 2024 – Tak berkesempatan memenangkan lomba Tahfidz Al-Qur’an di acara Ramadan Electrifying Lifestyle (Relief) 2024, bocah 10 tahun ini justru memenangkan hati juri dan Manajemen PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU).

Muhammad Khairi Faisal, penyandang disabilitas fisik ini terpilih sebagai juara favorit Tahfidz Al-Qur’an pada event tahunan itu.

General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menerangkan, bocah yang akrab disapa Dafa ini memiliki semangat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an terlepas dari kekurangan fisik yang dimilikinya. 

“Itulah kenapa kami memilih Dafa sebagai Juara Favorit. Semangat dan kecintaannya itu terlihat sekali saat dia datang bersama ibunya ke arena lomba. Kemudian ketika dia melantunkan ayat suci Al-Qur’an, terlepas dari keadaan fisiknya. Kami sendiri termotivasi oleh semangat Dafa,” terang Awat.

BACA JUGA  Komitmen Tingkatkan SDM di Maluku, PLN Berkolaborasi dengan FCT Bangun Kelas Baru untuk SMPN 1 SBB

Lomba Tahfidz Al-Qur’an ini, lanjut Awat, digelar untuk meningkatkan semangat dan gairah generasi muda Islam, khususnya pelajar dalam membaca, menghafal dan menghayati kitab suci Al-Qur’an.

Dengan turut serta puluhan pelajar dalam ajang ini, dirinya optimis akan melahirkan generasi muda yang cinta akan Al-Qur’an.

“Dafa dan peserta pelajar lainnya memberikan semangat bagi kita semua untuk terus meninggikan kecintaan Kita akan kitab suci Allah SWT. Semoga ayat-ayat dan perintah Allah dapat Kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

BACA JUGA  Tim UP3B Maluku Melakukan Pemeliharaan Isolator Tower 15 Line Jurusan Passo-Wayame

Sementara itu, perjalanan Dafa untuk belajar ilmu agama yang tak mudah dengan keterbatasan fisiknya ini dituturkan sang Ibu, Wahyuni.

Wahyuni mengatakan, kekurangan fisik Dafa dibawa sejak lahir. Bentuk kepala Dafa lebih besar dibandingkan bayi normal lainnya. Di usia 5 bulan, Ibu Dafa mencoba pengobatan alternatif. Hal itu membuahkan hasil. Namun, perkembangan Dafa lebih lambat, dibanding anak seusianya. Dafa mengalami speech delay atau keterlambatan berbicara. Kata yang bisa terucap hanyalah “Mama”. Baru di bangku sekolah, Dafa bisa berbicara dengan kalimat yang lebih panjang. Ini pun masih kalah jauh dengan teman sekelasnya. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah