Sofifi, Maluku Utara- Kepastian pembayaran gaji guru honorer daerah (Honda) di Provinsi Maluku Utara masih simpang siur. Pasalnya, sudah sampai di akhir Desember 2023, gaji guru Honda tak kunjung terealisasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Imran Yakub saat dikonfirmasi wartawan mengakui memang pihaknya belum membayar gaji gaji guru Honda yang ditunggak selama 10 bulan karena masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat.
“Berdasarkan penjelasan kepala BPKAD Ahmad purbaya akan dibayar, tapi masih menunggu anggaran DBH dari Pempus, ” kata Imran Yakub, Senin (18/12/2023).
Menurut Imran, seluruh administrasi terkait dengan gaji guru Honda proses sudah disiapkan oleh bendahara Diknas, tinggal menunggu pencairan di keuangan. “Semuanya ada di BPKAD, kita tinggal menunggu saja,” tandas Imran.
Sementara Kepala BPKAD Ahmad Purbaya yang diwawancarai secara terpisah mengakui hal yang sama.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!