Sementara, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengatakan, dibawah kepemimpinan Capt Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, selain pendidikan, kesehatan maupun hal lainnya, inflasi juga menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah, sehingga ketika ada harga sembako yang mengalami peningkatan di beberapa komoditas tertentu, wali kota langsung mengantisipasi mengeluarkan regulasi berupa intruksi maupun peraturan walikota.
“Jadi, sasarannya bagaimana caranya menyelesaikan agar harga komoditas tetap stabil, Pak Ali ini juga membentuk Tim TPID yang selalu memberikan arahan-arahan untuk menekan harga-harga komoditas di pasar,” ujarnya.
Taher menambahkan, dalam waktu dekat Pemkot Tidore Kepulauan akan menggelar pasar murah dengan anggarannya dari dana yang didapat pada sebelumnya. ”Nah, untuk dana insentif fiskal yang baru didapatkan ini, kami kaji dulu langkah apa yang seharusnya diambil untuk memanfaatkan dana tersebut,” jelasnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan dana sebesar Rp 340 miliar untuk 34 daerah penerima insentif fiskal periode ketiga.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, anggaran sebesar Rp 340 miliar tersebut dengan alokasi tertinggi Rp 11,9 miliar dan terendah Rp 8,6 miliar. Sebanyak 34 daerah penerima insentif periode ketiga ini terdiri dari 3 provinsi, 6 kota dan 25 kabupaten.
Selain Walikota Tidore Kepulauan Capt, H. Ali Ibrahim menerima secara langsung, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam mengikuti secara virtual di ruang rapat Walikota. (RY/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!