Disisi lain, Kuntu berharap agar kedepan setiap pekerjaan tak lagi menunggu uang muka. Olehnya itu Pemprov diminta agar lebih jeli lagi melihat kontraktor mana yang punya modal atau tidak saat mengikuti tender.
“Kalau kontraktor tidak punya modal sudah pasti menunggu pencairan uang muka, sehingga kita tidak bisa heran kalau banyak proyek yang bermasalah dan putus kontrak,” tandasnya.
Sekedar informasi, sehari sebelumnya ada beberapa pihak rekanan mendatangi kantor BPKAD meminta agar dicairkan uang muka anggaran proyek segera karena sebagian progres pekerjaan sudah mencapai 30 hingga 50 persen.
Lantaran tak bisa dicairkan, para kontraktor ini menemui Sekda Prov Malut Samsuddin A. Kadir untuk meminta penjelasan. Sayangnya mereka justru menemui kebuntutan alias tak mendapatkan solusi apa-apa. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!