Sampai sekarang khusus pulau Obi termasuk dalam kawasan pertambangan wilayah operasi Harita group dan Wanatiara Persada belum ada titik jalur evakuasi bencana. Padahal Obi termasuk daerah wilayah rawan bencana
Aswin Adam (Plt Kalak BPBD Halsel)
Labuha, Maluku Utara- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, melaporkan
Dua (2) perusahaan tambang raksasa di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) rupanya tidak mendukung program Pemkab Halsel terkait mitigasi bencana.
Lihat saja, setiap kegiatan mitigasi bencana yang diadakan oleh Pemkab Halsel dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kedua perusahaan itu sama sekali tidak melibatkan diri.
Plt kalak BPBD Halsel, Aswin Adam kepada Haliyora.id menyesalkan sikap kedua perusahaan itu.
“Padahal, kegiatan mitigasi bencana merupakan program pemerintah (Pemkab) yang harus disinergikan bersama perusahaan tambang yang beroperasi di pulau Obi. Mestinya, harus ada dukungan dan kerja sama antara Pemkab dan pihak perusahaan dalam mitigasi bencana,” heran Aswin Adam ketika diwawancarai wartawan, Selasa (17/10/2023).
Karena kata Aswin, berdasarkan peta wilayah rawan bencana, pulau Obi juga termasuk dalam wilayah rawan bencana, tetapi sejauh ini khusus pulau Obi belum ada titik jalur evakuasi bencana.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!