Kelanjutan Pembangunan RSUD Sofifi Diusulkan Lewat APBD-P,  Ini Sikap Tegas Komisi III 

Tapi kalau dialokasikan untuk melanjutkan pekerjaan maka tentu harus lelang. Jadi kalau untuk diakomodir pada APBD Perubahan 2023 tidak akan mungkin

Rosihan Djafar (Ketua Komisi III DPRD Malut)

Sofifi, Maluku Utara- Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersikukuh tetap melanjutkan pembangunan RSUD Sofifi yang sempat mangkrak setelah diputus kontrak PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

BACA JUGA  Bentrok Kelompok Pemuda Gotalamo dan Daruba Pantai, Bupati Morotai Turun Tangan

Diketahui, pembangunan RSUD Sofifi dibangun menggunakan dana pinjaman dari PT SMI sebesar Rp 123 miliar dan telah dicairkan uang mukanya sebesar Rp 18 miliar atau 15 persen. Sayangnya, kontrak kerjasama itu diputuskan oleh PT SMI pada Agustus lalu.

“Untuk proyek ini tetap akan kita lanjutkan tapi kalau dialokasikan pada APBD-P 2023 nanti kita lihat, karena waktunya terlalu sempit, ” Kata Sekda Provinsi Malut, Samsuddin A. Kadir, Selasa (26/9/2023).

BACA JUGA  24 Adegan Diperagakan Pelaku dalam Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Gotowasi

Sambil menunggu koordinasi dengan DPRD Malut, menurut Samsuddin, pekerjaan RSUD Sofifi bisa dilanjutkan setelah hasil audit internal keluar. “Kita tetap usulkan agar anggaran lanjutkan proyek ini bisa terakomodir, tapi kita juga harus menunggu hasil audit investigasi internal,” tukas Samsuddin.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah