Sahril Sibua, koordinator aksi dewan guru menegaskan bahwa pengangkatan kembali Sofyan Baba sebagai Kepsek SMK Negeri 1 itu sangat mencederai semangat para guru untuk mengabdi. Sebab, selama 12 tahun, Sofyan dianggap tidak mempunyai kemampuan dalam mengelola sekolah terutama soal anggaran.
“Ada masalah gaji para honorer dikebiri, biasa terima dalam setahun itu hanya 6 bulan, 6 bulannya lagi tidak dikasih, ini bentuk penzaliman, dan tidak hanya itu, berkali-kali dilakukan oleh kepsek sehingga tindakan ini harus dilawan karena menyengsarakan kami sebagai guru honorer,” ungkapnya.
Kemudian soal manajemen sekolah, Sahril bilang, selama Sofyan menjadi Kepsek, tidak ada siswa yang berprestasi di bidang ekstrakulikuler karena dirinya tidak mau ada kegiatan di luar sekolah sehingga sangat merugikan siswa yang memiliki bakat.
“Sampai hari ini guru jurusan disarankan tidak pernah ditanggapi bahkan Sofyan Baba bilang dalam satu sekolah tiga guru pun bisa berjalan,” katanya.
Mereka juga menyesalkan sikap gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang menonaktifkan Jainuddin Pajula sebagai kepsek dan menggantikan Sofyan Baba. Padahal, Jainuddin Pajula baru dua bulan menjabat sebagai kepsek di sekolah tersebut. “Tiba-tiba gubernur melantik Sofyan Baba yang jelas-jelas sudah bermasalah di sekolah ini,” sesal Sahril.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!