Kata Muhammad, justru Zen Kasim kurang informasi karena usulan gelar pahlawan nasional Sultan Zainal Abidin Syah ke Kemensos waktu itu, menterinya bukan dari kader PDIP.
Sinen lantas meminta Pemerintah Provinsi Malut dalam hal ini Dinas Sosial agar tidak membuat pernyataan yang menimbulkan polemik, tetapi harus mengakui kelemahan karena Pemprov adalah perpanjang tangan dari Pemerintah Pusat.
Tal sampai disitu, Muhammad Sinen juga mengutip apa yang pernah disampaikan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Olehnya itu, Sultan Zainal Abidin Syah layak mendapatkan gelar tersebut karena ia merupakan salah satu tokoh pejuang diplomat yang punya andil besar mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi dari tangan Belanda kala itu.
“Bung Karno tidak pernah melakukan HUT RI di luar istana negara, tetapi di HUT RI ke 12 tahun 1957, bung Karno berkunjung ke Tidore dengan tujuan agar proses bergabungnya Irian Barat ke NKRI dilakukan secepat mungkin,” singgung Muhammad Senen.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!