Untuk komponen Penerimaan Pembiayaan, pada fase perubahan tahun Anggaran 2023 direncanakan sebesar Rp 257.679.510.822,19, mengalami peningkatan sebesar Rp 115.228.776.595,19 dari rencana sebelumnya yang sebesar Rp 142.450.734.227,00 atau naik sebesar 80,89 persen yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Anggaran Sebelumnya.
Kemudian untuk Pengeluaran Pembiayaan, pada fase Perubahan Tahun Anggaran 2023 direncanakan sebesar Rp 1.500.000.000,00, mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000.000.000,00 dari rencana sebelumnya yang sebesar Rp 500.000.000,00 atau naik sebesar 200,00 persen. Estimasi ini diperuntukan untuk membiayai penyertaan modal pada PT. Bank Maluku Malut.
Dengan demikian, estimasi total Pendapatan Daerah pada fase perubahan tahun anggaran 2023 adalah sebesar Rp 1.165.925.189.574,81. Jika dibandingkan dengan estimasi total Belanja Daerah yang mencapai jumlah sebesar Rp 1.422.104.700.397,00.
“Diperkirakan akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp 256.179.510.822,19 yang akan ditutupi dengan Pembiayaan Netto Rp 256.179.510.822,19 yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan tahun anggaran sebelumnya,” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!