Saya bertahan sampai hari ini karena Desa Maidi di sana masih membutuhkan guru, untuk itu saya dan teman-teman guru berupaya agar generasi disana bisa mengenyam pendidikan yang layak
Idrus Ade (Tenaga Guru Honorer SMAN 14 Kota Tikep)
Tidore, Maluku Utara- Idrus ingat betul Januari 2012 silam, hari itu pagi-pagi buta tanpa basa-basi ia lekas beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi dan sekedar mempersiapkan segala kebutuhannya menuju ke Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan.
Jauh sebelum itu, dia menerima kabar bahwa salah satu Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) di desa tersebut membutuhkan tenaga pengajar.
Dalam benak Idrus, apapun resikonya, dia harus mendapatkan pekerjaan itu. Maklum, dia baru saja mengenyam empat tahun di bangku kuliah dan memilih keluar dari zona aman untuk melanjutkan hidupnya dibanding harus berleha-leha dan menjadi seorang sarjana penganggur.
“Setelah mendapatkan informasi bahwa ada sekolah yang baru dibuka di Desa Maidi, tanpa berpikir panjang saya lalu mempersiapkan segala keperluan menuju ke Selatan Oba,” kenang Idrus Ade, tenaga guru honor di SMAN 14 Kota Tidore Kepulauan ketika diwawancarai wartawan Haliyora.id, Yunus Harun, Minggu (4/6/2023).
Untuk menempuh perjalanan ke Desa Maidi, pria berusia 37 tahun ini mengaku harus menyeberangi lautan dari Pulau Tidore ke pelabuhan Loleo di Kecamatan Oba Tengah dengan menggunakan kapal kayu yang memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!